Jakarta - Bila selama ini kekuatan motor selalu dianggap inferior dibanding mobil, coba pikirkan lagi. Sebab motor asal Ceko ini ternyata sanggup menyemburkan tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan mobil pada umumnya.
Bahkan bila disandingkan dengan motor-motor Ducati yang terkenal kencang, FGR 2500 V6 yang diberi nama Midalu ini ternyata juga jauh lebih kuat. Hal itu tidaklah mengherankan, sebab kapasitas mesin motor ini pun juga tidak lazim yakni mencapai 2.442 cc.
Dari sebonggol mesin four-temporal, water cooling, enam silinder, DOHC yang digendongnya serta transmisi enam percepatan, tenaga sebesar 240 hp dan torsi lebih dari 200 Nm dapat tersembur dengan ganas.
Tubuh motor bermodel naked bike ini tampak berotot dengan rangka tubular yang menghiasi bagian tengah motor. Belum lagi kaki-kaki kekar yang kemudian bersanding dengan lengan ayun yang tidak kalah besar di bagian belakang.
Motor ini sendiri diproduksi oleh MOTO FGR and FPOS-Kovovyroba di Ceko dan rencananya hanya akan diproduksi sesuai pesanan. Namun sayang tidak dijelaskan lebih spesifik detail motor ini berikut harga jualnya.
Spesifikasi
* Volume 2.442 cm3
* Tipe mesin four-temporal, water cooling, six silinder, DOHC
* Cylindre angle 90°
* Berat 107 kg
* Sistem pendingin Water
* Konsumsi BBM: 6-8 liter/100 km
* Girboks 6 kecepatan
* Bore x stroke 90 x 64 mm
* Daya 240 HP
* Torsi 200 Nm
* Rasio kompresi 9,9 : 1
SUMBER: http://oto.detik.com
My Profile
Rabu, 19 Januari 2011
Selasa, 18 Januari 2011
Tiga Manuskrip Kuno Diusulkan sebagai Memori Dunia
Jakarta - Tiga manuskrip kuno Indonesia diusulkan sebagai Memori Dunia atau Memory of The World. Peninggalan tertulis masa lalu yang telah masuk nominasi UNESCO tahun ini yaitu Babad Dipanagara atau Autobiographical Chronicle of Prince Dipanagara (1785-1855), La Galigo, dan Mak Yong Documentation.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, Indonesia memiliki warisan-warisan baik yang bersifat benda maupun nonbenda. Salah satu tugas UNESCO, kata Mendiknas, adalah mengenali warisan-warisan budaya tersebut.
"Kemdiknas bersama-sama dengan kementerian terkait mempunyai tanggung jawab untuk mengenalkan warisan-warisan budaya kita supaya mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional," katanya usai menerima serfitikat Angklung Indonesia sebagai Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO, yang diberikan oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1/2011) sebagaimana tertuang dalam siaran pers Kemendiknas.
Hadir pada acara Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menristek Suharna Surapranata.
Mendiknas selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyampaikan, Babad Dipanagara diusulkan sebagai Memori Dunia bukan sekadar mengisahkan Diponegoro sebagai seorang pangeran atau pejuang, tetapi atas filosofi-filosofi kehidupan dan pemerintahan yang dituangkan dalam naskah tersebut. "Ini salah satu yang ingin kita usulkan," ujarnya.
Adapun manuskrip La Galigo mengisahkan epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan, yang ditulis diantara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno. Naskah ini ditulis dalam huruf Lontara kuno Bugis. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima. Selain menceritakan kisah asal-usul manusia, juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari. Manuskrip ini juga tersebar di Leiden (Belanda), London dan Manchester (Inggris), Berlin (Jerman), dan Washington DC (Amerika Serikat).
Sementara Mak Yong Documentation adalah manuskrip yang ditulis awal abad 20an saat teater Melayu Mak Yong untuk pertama kali datang ke Indonesia. Naskah ini berisi narasi lengkap penampilan teatrikal Mak Yong. Asal muasal Mak Yong adalah dari Melayu yang sekarang dikenal dengan Nara Yala, Thailand Selatan. Mak Yong adalah kombinasi unik tarian, musik, nyanyian, komedi splapstik, dan teater. Slapstik adalah kelucuan-kelucuan yang diciptakan dari gerakan-gerakan yang mengundang tawa. Seperti adegan kepeleset kulit pisang, jatuh dari tangga, terbentur kaca dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik.
Mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi menyampaikan, pengakuan UNESCO atas angklung sebagai warisan dunia bukan karena keunikan bentuk alat musik ini, tetapi filosofi dibaliknya. Angklung, kata dia, membentuk karakter manusia yang baik. "Angklung tidak pernah bisa dimainkan secara indah kalau sendiri, tetapi harus bersama," katanya. Dia menambahkan, syarat mendapatkan pengakuan UNESCO adalah upaya pelestarian angklung sebagai bagian dari budaya.
SUMBER: http://www.detiknews.com
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, Indonesia memiliki warisan-warisan baik yang bersifat benda maupun nonbenda. Salah satu tugas UNESCO, kata Mendiknas, adalah mengenali warisan-warisan budaya tersebut.
"Kemdiknas bersama-sama dengan kementerian terkait mempunyai tanggung jawab untuk mengenalkan warisan-warisan budaya kita supaya mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional," katanya usai menerima serfitikat Angklung Indonesia sebagai Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO, yang diberikan oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1/2011) sebagaimana tertuang dalam siaran pers Kemendiknas.
Hadir pada acara Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menristek Suharna Surapranata.
Mendiknas selaku Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyampaikan, Babad Dipanagara diusulkan sebagai Memori Dunia bukan sekadar mengisahkan Diponegoro sebagai seorang pangeran atau pejuang, tetapi atas filosofi-filosofi kehidupan dan pemerintahan yang dituangkan dalam naskah tersebut. "Ini salah satu yang ingin kita usulkan," ujarnya.
Adapun manuskrip La Galigo mengisahkan epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis di Sulawesi Selatan, yang ditulis diantara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno. Naskah ini ditulis dalam huruf Lontara kuno Bugis. Puisi ini terdiri dalam sajak bersuku lima. Selain menceritakan kisah asal-usul manusia, juga berfungsi sebagai almanak praktis sehari-hari. Manuskrip ini juga tersebar di Leiden (Belanda), London dan Manchester (Inggris), Berlin (Jerman), dan Washington DC (Amerika Serikat).
Sementara Mak Yong Documentation adalah manuskrip yang ditulis awal abad 20an saat teater Melayu Mak Yong untuk pertama kali datang ke Indonesia. Naskah ini berisi narasi lengkap penampilan teatrikal Mak Yong. Asal muasal Mak Yong adalah dari Melayu yang sekarang dikenal dengan Nara Yala, Thailand Selatan. Mak Yong adalah kombinasi unik tarian, musik, nyanyian, komedi splapstik, dan teater. Slapstik adalah kelucuan-kelucuan yang diciptakan dari gerakan-gerakan yang mengundang tawa. Seperti adegan kepeleset kulit pisang, jatuh dari tangga, terbentur kaca dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik.
Mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi menyampaikan, pengakuan UNESCO atas angklung sebagai warisan dunia bukan karena keunikan bentuk alat musik ini, tetapi filosofi dibaliknya. Angklung, kata dia, membentuk karakter manusia yang baik. "Angklung tidak pernah bisa dimainkan secara indah kalau sendiri, tetapi harus bersama," katanya. Dia menambahkan, syarat mendapatkan pengakuan UNESCO adalah upaya pelestarian angklung sebagai bagian dari budaya.
SUMBER: http://www.detiknews.com
Langganan:
Postingan (Atom)