My Profile

Foto saya
Jakarta Pusat, DKI JAKARTA, Indonesia

Kamis, 31 Maret 2011

Jebakan di Facebook Gunakan Teknik XSS

VIVAnews - Para pengguna situs jejaring sosial Facebook dua hari belakangan ini diresahkan oleh serangan script jahat yang menyebar luas. Dari pemantauan, diketahui bahwa serangan tersebut menyebar dengan memanfaatkan teknik XSS (Cross Site Scripting).

Jika pengguna mengklik link yang diberikan – dan umumnya menggunakan url shortener seperti bit.ly, tinyurl.com, go.gl dan lain-lain – maka korban akan diantarkan ke halaman situs yang sebelumnya telah disiapkan mengandung eksploitasi XSS.

Menurut Alfons Tanujaya, pengamat virus dan keamanan dunia maya dari Vaksincom, pembuat XSS ini jelas orang Indonesia dan mengikuti perkembangan berita, khususnya sepakbola di Indonesia.

“Dengan memanfaatkan isu terkini dan menjadikannya rekayasa sosial (social engineering) yang canggih, maka tidak heran kalau banyak orang yang tertarik terhadap link yang dijanjikan dan berharap melihat sesuatu yang lucu dari link tersebut,” ucap Alfons pada keterangannya, 29 Maret 2011.

Tetapi, Alfons menyebutkan, alih-alih gambar lucu yang di dapatkan, yang terjadi malah pengakses link ini menjadi korban XSS. “Secara otomatis, script tersebut akan melakukan posting pada akun Facebook-nya,” ucapnya.

Meski demikian, Alfons menyebutkan, melihat metode XSS yang digunakan, kemungkinan besar script ini tidak melakukan aksi mencuri password.

“Tindakan yang diambil pelaku mirip dengan aksi yang dilakukan oleh penyebar Firesheep,” kata Alfons. “Mereka mencuri cookie sesama pengguna Wifi lain tanpa mengetahui passwordnya dan menggunakannya untuk login ke akun-akun Facebook, Twitter dan Yahoo Mail yang tidak menggunakan pengamanan https,” ucapnya.

Namun, kata Alfons, demi alasan keamanan dan berjaga-jaga, Anda yang pernah mengklik link ini disarankan untuk mengganti password akun Facebook Anda.

Seperti diketahui, alat yang digunakan, yakni URL shortener atau penyingkat URL sendiri sebenarnya diciptakan untuk tujuan yang baik. URL shortener dapat menyingkat alamat URL yang panjang menjadi sangat pendek. Tetapi ibarat dua sisi mata pedang, URL shortener menjadi marak digunakan oleh spammer, pembuat virus dan malware.

“Berhubung alamat asli URL shortener ini sama sekali tidak bisa di lihat dan dengan sekali klik link yang diberikan oleh URL shortener tersebut, maka kita akan diantarkan ke alamat situs yang telah di daftarkansebelumnya oleh pembuat URL shortener ini,” ucap Alfons.

Jika situs tersebut mengandung kode jahat seperti XSS yang sedang marak di Facebook saat ini, maka script ini akan mampu membuat korbannya secara otomatis melakukan posting secara otomatis tanpa disadari oleh pemilik akun.

Karena itu, pengguna internet diharapkan untuk berhati-hati saat mendapatkan link yang mengandung URL shortener seperti bit.ly, tinyURL.com, goo.gl dan penyingkat URL lainnya. (SJ)

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/

#tulisan bercetak tebal= kalimat penalaran, sedangkan berhuruf miring= kalimat argumentasi

Trojan di Balik Pengecas Baterai Energizer

Sebuah trojan dilaporkan mengancam komputer pengguna yang menggunakan pengecas baterai USB Energizer Duo. Keberadaan trojan itu berhasil dideteksi berkat analisa dari perusahaan keamanan komputer Symantec.

Menurut Symantec, trojan ini mulai ada sejak 10 Mei 2007, dan telah aktif selama sekitar tiga tahun menginfeksi komputer-komputer Windows. Trojan itu dapat masuk ke komputer melalui software yang digunakan untuk pengecas baterai Energizer tersebut.

Trojan adalah program yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi dalam sebuah komputer, dan memberikan celah kepada komputer lain untuk bisa mengakses komputer yang terkontaminasi secara remote.

Temuan trojan ini membuat Energizer untuk mengumumkan penghentian pemasaran produk pengecas baterai dan memindahkan situs yang menyediakan unduhan software bagi pengecas baterai. Energizer bahkan menghimbau kepada konsumen untuk meng-uninstal software versi Windows yang telah mereka unduh.

Energizer tidak menjelaskan bagaimana backdoor trojan bisa masuk ke dalam software. Namun, menurut US-CERT (badan keamanan komputer resmi AS), software installer untuk pengecas baterai Energizer Duo menempatkan file UsbCharger.dll pada direktori aplikasi dan file Arucer.dll pada direktori Windows system32.

Ketika software UsbCharger mengeksekusi, maka software memanfaatkan komponen UsbCharge.dll, UsbCharger.dll mengeksekusi Arucer.dll, dan mengkonfigurasi Arucer.dll untuk mengekskusi secara otomatis, saat Windows mulai dinyalakan.
Masalahnya, Arucer.dll adalah backdoor (pintu masuk) yang membolehkan sistem remote yang tak berwenang, mengakses ke ddalam komputer melalui TCP port 7777.

“Penyerang akan mampu mengendalikan sistem dari jarak jauh, termasuk kemampuan untuk mengumpulkan daftar direktori, mengirim dan menerima file, dan mengeksekusi program,” kata US-CERT.Untuk menangkal trojan ini, pengguna dapat masuk ke direktori Windows system32, kemudian menghapus Arucer.dll. Namun sistem perlu direstart sebelum file secara resmi dihapus. Cara lain, pengguna bisa mengenyahkan software UsbCharger secara keseluruhan.

Arucer.dll akan tetap tersimpan pada direktori system32, tapu mekanisme untuk mengeksekusi kode di DLL tidak akan ada lagi. Cara terakhir, adalah memblok akses [port] 7777/tcp agar koneksi luar ke backdoor bisa dihindari.

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/
http://ultramelta.wordpress.com/2010/03/10/trojan-di-balik-pengecas-baterai-energizer/#more-612

#tulisan bercetak tebal= kalimat penalaran, sedangkan berhuruf miring= kalimat argumentasi