Implementasi dari teknologi teleconference yaitu dengan digunakannya teknologi ISDN, dimana ISDN menyediakan jaringan hubungan digital untuk mendukung layanan telekomunikasi, baik suara maupun gambar. Pada dasarnya teleconference merupakan pengembangan dari jaringan komunikasi telepon yang sudah dikembangkan hanya saja model ini masih belum terlalu luas dipakai pada pasar telekomunikasi dikarenakan biaya dan peralatan yang cukup mahal.
Dari sisi akses terhadap teknologi ini dapat diulas secara singkat sebagai berikut:
Layanan ISDN mempunyai dua tipe akses yaitu Basic Rate Acces (BRA) yang dapat mengakses (2B D) dan akses melalui Primary Rate Acces (PRA) yang dapat mengakses (30B D) dimana kanal B mempunyai kecepatan akses 64 kbps dan kanal D 64 kbps atau 16 kbps tergantung pada tipe akses yang digunakan. Kanal D pada PRA untuk Signalling dan kanal B sebagai Sinyal informasi paket switch.
Videoconference merupakan bagian utama dari sistem teleconference yang lebih lengkap. Dalam teleconference, disamping komunikasi audio video juga mencakup komunikasi data berbasis text, grafis dll yang melibatkan perangkat terminal seperti:
• Telewriter
• Facsimille
• Still picture TV
• Storage (document store & retrieval)
• Dll
Bagaimana posisi videoconference dalam sistem teleconference yang merupakan salah satu dari ISDN diperlihatkan pada Gambar berikut :
Bagian-bagian perangkat teleconference tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Perangkat Common Equipment
Berupa perangkat Digital Multiplexer : digunakan untuk multiplexing informasi video dan grafis
2) Perangkat Video
Terdiri dari:
• Video CODEC : melakukan fungsi kompresi sinyal video untuk penghematan bandwidth
• Video Controller : melakukan kontrol seleksi (memilih) kamera yang ditayangkan.
• Camera & monitor : merupakan perangkat input/output dalam sistem video
3) Perangkat Audio
Terdiri dari :
• Audio CODEC : melakukan fungsi kompresi sinyal audio untuk penghematan bandwidth
• Audio Controller : melakukan fungsi kontrol terhadap pengaruh akustik yang tidak dikehendaki dari speaker terhadap mikropon seperti suara mencuit, echo dll.
• Mikropon & Speaker : merupakan perangkat input/output dalam sistem audio
4) Perangkat Grafis
• Graphic controller : melakukan fungsi kontrol yang berhubungan dengan editing, mixing/split grafis
• Electronic Blackboard :mengubah grafis tulisan tangan pada papan dengan pena khusus ke sinyal digital untuk ditransmisikan
• Handwriting Tablet : sama sepert Electronic Blackboard, tetapi ditulis di meja
• Multiscanning Monitor : Secara otomatis mengikuti frekuensi TV horisontal dari gerakan-gerakan gambar video
• Printer : mencetak data (text/grafis)
My Profile
Rabu, 26 Oktober 2011
Kamis, 31 Maret 2011
Jebakan di Facebook Gunakan Teknik XSS
VIVAnews - Para pengguna situs jejaring sosial Facebook dua hari belakangan ini diresahkan oleh serangan script jahat yang menyebar luas. Dari pemantauan, diketahui bahwa serangan tersebut menyebar dengan memanfaatkan teknik XSS (Cross Site Scripting).
Jika pengguna mengklik link yang diberikan – dan umumnya menggunakan url shortener seperti bit.ly, tinyurl.com, go.gl dan lain-lain – maka korban akan diantarkan ke halaman situs yang sebelumnya telah disiapkan mengandung eksploitasi XSS.
Menurut Alfons Tanujaya, pengamat virus dan keamanan dunia maya dari Vaksincom, pembuat XSS ini jelas orang Indonesia dan mengikuti perkembangan berita, khususnya sepakbola di Indonesia.
“Dengan memanfaatkan isu terkini dan menjadikannya rekayasa sosial (social engineering) yang canggih, maka tidak heran kalau banyak orang yang tertarik terhadap link yang dijanjikan dan berharap melihat sesuatu yang lucu dari link tersebut,” ucap Alfons pada keterangannya, 29 Maret 2011.
Tetapi, Alfons menyebutkan, alih-alih gambar lucu yang di dapatkan, yang terjadi malah pengakses link ini menjadi korban XSS. “Secara otomatis, script tersebut akan melakukan posting pada akun Facebook-nya,” ucapnya.
Meski demikian, Alfons menyebutkan, melihat metode XSS yang digunakan, kemungkinan besar script ini tidak melakukan aksi mencuri password.
“Tindakan yang diambil pelaku mirip dengan aksi yang dilakukan oleh penyebar Firesheep,” kata Alfons. “Mereka mencuri cookie sesama pengguna Wifi lain tanpa mengetahui passwordnya dan menggunakannya untuk login ke akun-akun Facebook, Twitter dan Yahoo Mail yang tidak menggunakan pengamanan https,” ucapnya.
Namun, kata Alfons, demi alasan keamanan dan berjaga-jaga, Anda yang pernah mengklik link ini disarankan untuk mengganti password akun Facebook Anda.
Seperti diketahui, alat yang digunakan, yakni URL shortener atau penyingkat URL sendiri sebenarnya diciptakan untuk tujuan yang baik. URL shortener dapat menyingkat alamat URL yang panjang menjadi sangat pendek. Tetapi ibarat dua sisi mata pedang, URL shortener menjadi marak digunakan oleh spammer, pembuat virus dan malware.
“Berhubung alamat asli URL shortener ini sama sekali tidak bisa di lihat dan dengan sekali klik link yang diberikan oleh URL shortener tersebut, maka kita akan diantarkan ke alamat situs yang telah di daftarkansebelumnya oleh pembuat URL shortener ini,” ucap Alfons.
Jika situs tersebut mengandung kode jahat seperti XSS yang sedang marak di Facebook saat ini, maka script ini akan mampu membuat korbannya secara otomatis melakukan posting secara otomatis tanpa disadari oleh pemilik akun.
Karena itu, pengguna internet diharapkan untuk berhati-hati saat mendapatkan link yang mengandung URL shortener seperti bit.ly, tinyURL.com, goo.gl dan penyingkat URL lainnya. (SJ)
Sumber: http://teknologi.vivanews.com/
#tulisan bercetak tebal= kalimat penalaran, sedangkan berhuruf miring= kalimat argumentasi
Jika pengguna mengklik link yang diberikan – dan umumnya menggunakan url shortener seperti bit.ly, tinyurl.com, go.gl dan lain-lain – maka korban akan diantarkan ke halaman situs yang sebelumnya telah disiapkan mengandung eksploitasi XSS.
Menurut Alfons Tanujaya, pengamat virus dan keamanan dunia maya dari Vaksincom, pembuat XSS ini jelas orang Indonesia dan mengikuti perkembangan berita, khususnya sepakbola di Indonesia.
“Dengan memanfaatkan isu terkini dan menjadikannya rekayasa sosial (social engineering) yang canggih, maka tidak heran kalau banyak orang yang tertarik terhadap link yang dijanjikan dan berharap melihat sesuatu yang lucu dari link tersebut,” ucap Alfons pada keterangannya, 29 Maret 2011.
Tetapi, Alfons menyebutkan, alih-alih gambar lucu yang di dapatkan, yang terjadi malah pengakses link ini menjadi korban XSS. “Secara otomatis, script tersebut akan melakukan posting pada akun Facebook-nya,” ucapnya.
Meski demikian, Alfons menyebutkan, melihat metode XSS yang digunakan, kemungkinan besar script ini tidak melakukan aksi mencuri password.
“Tindakan yang diambil pelaku mirip dengan aksi yang dilakukan oleh penyebar Firesheep,” kata Alfons. “Mereka mencuri cookie sesama pengguna Wifi lain tanpa mengetahui passwordnya dan menggunakannya untuk login ke akun-akun Facebook, Twitter dan Yahoo Mail yang tidak menggunakan pengamanan https,” ucapnya.
Namun, kata Alfons, demi alasan keamanan dan berjaga-jaga, Anda yang pernah mengklik link ini disarankan untuk mengganti password akun Facebook Anda.
Seperti diketahui, alat yang digunakan, yakni URL shortener atau penyingkat URL sendiri sebenarnya diciptakan untuk tujuan yang baik. URL shortener dapat menyingkat alamat URL yang panjang menjadi sangat pendek. Tetapi ibarat dua sisi mata pedang, URL shortener menjadi marak digunakan oleh spammer, pembuat virus dan malware.
“Berhubung alamat asli URL shortener ini sama sekali tidak bisa di lihat dan dengan sekali klik link yang diberikan oleh URL shortener tersebut, maka kita akan diantarkan ke alamat situs yang telah di daftarkansebelumnya oleh pembuat URL shortener ini,” ucap Alfons.
Jika situs tersebut mengandung kode jahat seperti XSS yang sedang marak di Facebook saat ini, maka script ini akan mampu membuat korbannya secara otomatis melakukan posting secara otomatis tanpa disadari oleh pemilik akun.
Karena itu, pengguna internet diharapkan untuk berhati-hati saat mendapatkan link yang mengandung URL shortener seperti bit.ly, tinyURL.com, goo.gl dan penyingkat URL lainnya. (SJ)
Sumber: http://teknologi.vivanews.com/
#tulisan bercetak tebal= kalimat penalaran, sedangkan berhuruf miring= kalimat argumentasi
Langganan:
Postingan (Atom)